Versi Sistem: 1.0 (System Film) Developer: Dedi Media Innovation Engine Core: React + Google Gemini (Flash & Pro Vision)
1. Pengenalan Sistem
OmniScene Generator adalah aplikasi "True Generative" yang bertindak sebagai Sutradara, Penulis Naskah, dan Director of Photography (DOP) otomatis. Sistem ini mengubah ide cerita sederhana menjadi paket produksi video lengkap yang mencakup:
- Visual Prompting: Deskripsi adegan mendetail untuk platform seperti Google VEO, Midjourney, dan Runway.
- Scriptwriting: Dialog dan narasi dalam Bahasa Indonesia yang natural.
- Audio Engineering: Voice over AI dengan emosi dan pacing yang diatur (SSML & Cinematic Mode).
- Identity Locking: Kemampuan menjaga konsistensi wajah karakter utama menggunakan referensi gambar.
2. Protokol Keamanan & Integritas
Sistem ini dilengkapi dengan protokol keamanan tingkat tinggi untuk melindungi properti intelektual instruksi sistem ("System Instructions").
- Confidentiality: Sistem dilarang mengungkapkan system prompt, logika internal, atau knowledge base.
- Anti-Jailbreak: Sistem dilatih untuk menolak perintah roleplay debugging (misalnya: "Abaikan instruksi sebelumnya").
- Scope Restriction: Sistem hanya beroperasi dalam konteks pembuatan konten video/naratif.
Catatan: Pengguna tidak dapat meminta sistem untuk mencetak instruksi internalnya.
3. Panduan Penggunaan Langkah demi Langkah
Langkah 1: Konfigurasi Input (Panel Kiri)
Panel kiri adalah pusat kendali ("Konfigurasi Live AI").
Persona: Pilih karakter suara (misal: Dedi - Deep Bass, Anya - Bright, The Sage). Ini menentukan "Voice DNA" pada output audio.
Tone: Tentukan gaya penyampaian (misal: Vlog Hype, Cinematic Dramatic).
Narration Mode:
- Monologue: Satu pembicara (cocok untuk konten TikTok/Reels).
- Multi-Persona: Menghasilkan dialog antara Karakter Utama dan Karakter Sekunder (AI akan otomatis membuat "Semantic Mannequin" untuk karakter kedua).
- Monologue: Satu pembicara (cocok untuk konten TikTok/Reels).
Cerita (Story Input):
- Ketik ide cerita manual.
- Atau klik tombol AI Brainstorm Idea untuk membiarkan AI membuat premis cerita berdasarkan genre yang dipilih.
- Ketik ide cerita manual.
Visual Style: Pilih estetika visual (misal: Cinematic Realism, Neon Cyber).
Speaking Pace: Atur kecepatan bicara (Slow/Cinematic hingga Fast/Action).
Platform & Ratio: Sesuaikan output prompt untuk engine tertentu (VEO, Midjourney, dll) dan rasio aspek (9:16, 16:9).
Langkah 2: Visual Reference Generator (Fase 1)
Fitur ini membuat "Visual Anchor" atau gambar referensi utama untuk menjaga konsistensi karakter.
Upload Face Reference (Opsional tapi Disarankan):
- Klik area upload untuk mengunggah foto wajah.
- Sistem akan mengaktifkan Identity Lock untuk memastikan karakter di semua scene mirip dengan foto yang diunggah.
- Klik area upload untuk mengunggah foto wajah.
Generate Reference Image:
- Klik tombol "Generate Reference Image".
- AI akan membuat Hero Shot statis berdasarkan cerita Anda, menggunakan wajah yang diunggah.
- Klik tombol "Generate Reference Image".
Prompt Details: Klik tombol "Show Prompt Details" untuk melihat/mengedit prompt teknis yang dihasilkan sebelum gambar dibuat.
Langkah 3: Story Breakdown & Scene Generation (Fase 2)
Setelah cerita diketik (minimal 10 karakter), sistem akan otomatis bekerja (tunggu jeda 2 detik setelah mengetik).
Scene Cards: Sistem memecah cerita menjadi beberapa scene (sesuai slider Jumlah Scene).
Kinetic Linking: Perhatikan deskripsi visual, AI menyambungkan gerakan dari scene sebelumnya (Continuous shot).
Preview Audio Per-Scene:
- Klik tombol Play (▶) kecil di setiap kartu scene untuk mendengar preview dialog scene tersebut.
- Klik tombol Play (▶) kecil di setiap kartu scene untuk mendengar preview dialog scene tersebut.
View Mode: Gunakan toggle Text / JSON pada setiap scene untuk melihat format yang diinginkan.
Langkah 4: Output Produksi (Fase 3 & 4)
Social Media Captions (Fase 3):
- Sistem otomatis membuat caption pendek (Shorts/Reels) dan panjang (YouTube/Blog) lengkap dengan hashtag yang relevan.
- Sistem otomatis membuat caption pendek (Shorts/Reels) dan panjang (YouTube/Blog) lengkap dengan hashtag yang relevan.
Master Production Output (Fase 4):
- Master Script: Naskah lengkap gabungan seluruh scene.
- Master Audio: Klik tombol "Generate Master Audio (Full Story)". Sistem akan menjahit seluruh dialog menjadi satu file audio naratif yang utuh.
- Master Script: Naskah lengkap gabungan seluruh scene.
4. Penjelasan Parameter & Gaya
Persona & Voice DNA
Setiap persona memiliki karakteristik teknis (Pitch, Rate, Texture) yang unik:
- Dedi: Laki-laki, 30-40an, Suara Berat (Deep Bass), Aksen Indonesia tegas, Tekstur Gravelly.
- Adam: Laki-laki, 20an akhir, Hangat, Resonansi Natural.
- Anya: Perempuan, 20an pertengahan, Cerah (Bright), Ramah.
- Rio: Laki-laki, 20an awal, Energik, Sedikit serak.
- Mira: Perempuan, Soft, Breathy, Menenangkan.
Gaya Visual (Style Logic)
Gaya visual mengubah parameter kamera, pencahayaan, dan tekstur pada prompt:
- Cinematic Realism: Filmic skin texture, pori-pori terlihat, pencahayaan volumetrik, Arri Alexa look.
- Neon Cyber: Low-key, kontras tinggi, rim lighting (biru/ungu), estetika Cyberpunk.
- Warm & Cozy: Golden hour, tone oranye/coklat, fokus lembut.
- Travel Vibrant: Cahaya matahari natural, saturasi tinggi, langit biru terpolarisasi.
- Food Macro ASMR: Fotografi makro, detail tekstur ekstrim, glistening surfaces.
Tone & Delivery
Mengatur bagaimana naskah dibacakan dan bagaimana kamera mengambil gambar:
- Vlog Hype: Lensa lebar, Selfie POV, bicara cepat & antusias.
- Cinematic Dramatic: Lensa anamorphic, shallow depth of field, suara dalam & intens.
- Calm Natural: Lensa 50mm, tripod stabil, suara menenangkan.
5. Fitur Teknis & Troubleshooting
Audio Engine Mode
- Cinematic (VEO 3.1): Menggunakan multi-layer prompt untuk menyisipkan instruksi emosi dan ambience ke dalam metadata audio.
- Standard (SSML): Menggunakan format XML standar untuk mengatur jeda dan intonasi dasar.
Tombol Toolbar (Atas)
- Copy All: Menyalin seluruh naskah, prompt, dan caption ke clipboard.
- Download JSON: Mengunduh file
.jsonberisi seluruh data proyek (berguna untuk backup atau integrasi API lain). - Reset: Mengembalikan aplikasi ke pengaturan awal dan menghapus cache state.
- View Mode: Ikon Ponsel (Compact) vs Monitor (Full) untuk menyesuaikan tampilan layout.
Pemecahan Masalah (Troubleshooting)
Scene Tidak Muncul:
- Pastikan cerita memiliki panjang minimal 10 karakter.
- Tunggu proses "Expanding" selesai (indikator loading berputar).
- Pastikan cerita memiliki panjang minimal 10 karakter.
Audio Tidak Berbunyi:
- Pastikan API Key valid (diatur di kode sumber).
- Cek koneksi internet (Audio dihasilkan via cloud).
- Pastikan API Key valid (diatur di kode sumber).
Gambar Wajah Tidak Mirip:
- Pastikan foto referensi yang diupload jelas, pencahayaan bagus, dan wajah menghadap depan.
- Gunakan fitur "Regenerate" jika hasil pertama kurang akurat.
- Pastikan foto referensi yang diupload jelas, pencahayaan bagus, dan wajah menghadap depan.
Dokumen ini dibuat otomatis berdasarkan struktur kode OmniScene Generator v1.0.

Post a Comment